Langsung ke konten utama

Perjalanan Menuju Ahlakul Karimah dan Nafsu Mutmainah Part 1

Perjalanan Hayat

Disini saya akan uraikan dengan singkat semoga bermanfaat bagi keluarga yang mau mengikuti dan yakin pada perjalanan “ABAH RUSLI”. 

Pertama-tama kita ambil pelajaran yaitu di ciptakan jin dan manusia, buruk dan baik, kita diberi akal untuk memilih. Kata kunci hanya ditujukan kepada “PERBUATAN MANUSIA”. 

Hal ini berkaitan dengan hukum Tuhan (sunatullah) yang pasti yaitu hukum sebab akibat yang dilakukan manusia. tersurat dan tersirat dalam Al-Quran dalam surat Al-Zalzalah ayat 7-8. Sebenarnya sejak kita lahir sudah ada benih nafsu yang paling sederhana yang namanya “NALURI” untuk memenuhi kebutuhan “JASMANIAH”. Setelah aqil balik dimana akal mulai tumbuh maka nafsu berkembang menjadi bermacam-macam dan berhubungan dengan kebutuhan “BATINIAH”. 

Disini dalam diri manusia terbentuk menjadi dua kutub yang selalu berpasangan yaitu baik dan buruk, salah dan benar, sengsara dan bahagia, bodoh dan pintar, tak paham dan mengerti, dan seterusnya. Akibat dari dua kutub inilah timbulah kutub negatif yaitu kutub yang bersifat tercela dan kutub positif yaitu sifat terpuji. Karena harga diri (martabat) manusia tergantung amal perbuatanya. 

Apabila dominan pada kutub yang tercela manusia tersebut masuk golongan “HINA”. Dan apabila dominan pada kutub terpuji maka manusia tersebut masuk golongan ”MULIA” dihadapan Tuhanya. Dan bisa di buktikan komentarnya dengan sesama yang hidup tidak padang bulu. Ingat pepatah “emas itu walaupun keluar dari mulut anjing tetaplah emas”. Untuk lebih memantapkan lagi kita tengok kebelakang kisah beradaban Sejarah Manusia Bangsa “ARAB”. Sebelum Islam muncul yaitu “ZAMAN ZAHILIAH” dimana sifat–sifat manusia didominasi sifat tercela sehingga harga diri (martabat) dalam keadan hancur.

Dalam keadaan hancur inilah Tuhan mengutus dengan kehadiran “MUHAMMAD” di alam semesta ini. “MUHAMMAD” dalam tata bahasa berarti terpuji, jadi dominasi kutub “TERPUJI” yang dia bawa.

Hukum Tuhan atau (SUNATULLAH) adalah pasti dan benar. Oleh karena itu setelah kemunculan “MUHAMMAD SAW” dimana bangsa “ARAB” pada saat itu sifat-sifat tercelanya dominan dikalahkan oleh sifat-sifat terpuji yang dibawakan oleh MUHAMMAD SAW. Disinilah muncul ilmu yang dinamakan “AHKLAK”, sesuai firman Tuhan : ”Sesungguhnya kuciptakan MUHAMMAD kedunia ini untuk memperbaiki atau menyempurnakan ahklak manusia”. Perubahan ini ditandai dengan perubahan peradaban manusia “JAHILIAH” yang menyembah berhala/kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa (tauhid).

Hukum Tuhan atau (SUNATULLAH) adalah pasti dan benar. Oleh karena itu setelah kemunculan "MUHAMMAD SAW" dimana bangsa "ARAB" pada saat itu sifat-sifat tercela dominan dikalahkan oleh sifat-sifat terpuji yang dibawakan oleh (NABI MUHAMMAD SAW). Disinilah muncul yang di namakan "AHLLAK", sesua firman Tuhan : "Sesungguhnya kuciptakan MUHAMMAD kedunia ini untuk memperbaiki atau menyempurnakan akhlak manusia".

Perubahan ini di tandai dengan perubahan peradaban manusia "JAHILIAH" tangan menyembah berhala/kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa (Tauhid). Karena "MUHAMMAD" Takut umatnya sesat dikemudian hari, maka diajarkanlah "KEIMANAN" (rukun iman) dan dilaksanakan dalam tatanan tuntunan ke islamab (rukun Islam).

Inti ajaran Islam ilmu syariat dalam bingkai "SYAHADAT" dan "IBADAH".
A. Sholat
B. Puasa
C. Zakat
D. Haji

Yang semata-mata tujuannya adalah "RASA TAKUT" melakukan perbuatan keji dan mungkar supaya manusia "BERAHKLAH MULIA" (AKHLAKKULKARIMAH). Dan ini telah diteladankan pada diri "MUHAMMAD SAW".

Postingan populer dari blog ini

Kisah Seorang Istri Yang Menutupi Kekurangan Suaminya

Ada sebuah kisah, ketika seorang suami menangis kepada sahabatnya. Sahabatnya itupun bertanya,"kenapa kau menagis tersedu-sedu seperti ini?" Sang suami menjawab, "istriku sedang sakit demam" Sahabatnya bertanya lagi,"sebegitu cintanyakah kau? Sehingga istri sakit demam saja sampai menangis sangat dalam seperti ini? Sang suami menjawab,"Kau tahu siapa istriku?". Lalu sang suami menceritakan pada sahabatnya, Aku ini miskin, tidak punya pekerjaan tetap dan setiap hari keluargaku hanya makan dengan kacang, itupun jika aku tak pulang karena belum mendapat apa" untuk di makan paling istriku hanya minum air atau berpuasa. Suatu hari keluarga mertuaku mengundang kami untuk berkunjung ke rumahnya, kebetulan istriku berasal dari keluarga kaya. Saat aku duduk berkumpul bersama mertuaku dan keluarga yang lain di meja makan dengan hidangan yang mewah, aku tidak menemukan istriku. Lalu aku bertanya kepada ibu mertuaku,"dimanakah dua ibu?". Ibu mertua

Kisah Seorang Wali Yang Namanya Tertera di Lauhuf Mahfudz Sebagai Penghuni Neraka

Tolong di baca sampai habis agar tidak terjadi kesalah pahaman ____________________________________________________________ Ada seorang sufi dari kalangan tokoh tasawuf yang bernama SYEIKH ABDUL AZIZ AD-DABAGH. Beliau di kalangan tokoh tasawuf termasuk ulama kelas atas, wali min auliyaillah, ahli ibadah. Suatu ketika malaikat melihat namanya di lembaran kitab lahil Mahfudz ada dalam deretan penghuni neraka. Melihat hal tersebut malaikat merasa kasihan dan mendatangi Abdul Aziz Ad-Dabagh. Malaikat berkata:" wahai Abdul Aziz Ad-Dabagh. Untuk apa engkau ibadah sampai segitunya, sedangkan aku lihat namamu di lembaran lauhil Mahfudz engkau adalah penghuni neraka. Mau ibadah bagaimanapun, engkau tetap akan masuk neraka. Kemudia Abdul Aziz Menjawab: "Wahai Malaikat. Surga dan neraka bukan urusanku. Aku di perintahkan oleh Allah hanya untuk beribadah kepada-nya." "Sebagaimana Allah berfirman: tidaklah aku ciptakan jin dan manusia beribadah kepadaku". Mau aku masuk surg